Dangdut Rasa Jazz ala Via Vallen, Duh Indahnya – Radar Malang Online

MALANG KOTA – Bukan Via Vallen jika tidak bisa membuat penontonnya heboh. Seperti saat penyanyi asal Surabaya itu tampil terakhir pada gelaran Malang Jazz Festival (MJF) Senin dini hari (8/10) di Harris Hotel & Convention. Meski jarum jam sudah menyentuh pukul 01.30, rupanya para penikmat musik tak mau beranjak. Rupanya, mereka begitu menantikan penyanyi yang sedang naik daun itu membawakan lagu dangdut berbalut jazz. ”Assalamualaikum, sudah pagi apa masih malem ini? Sudah pagi ya, tetep semangat ya,” sapa Via kepada penonton yang setia menantinya.

Tampil duet bersama Equinox, lagu berjudul Sayang dikemas cukup apik. Alunan jazz dan dangdut menghadirkan kombinasi yang cukup elegan namun tetap meriah. Tak ketinggalan, lagu Meraih Bintang yang jadi theme song Asian Games 2018 juga dinyanyikannya. Setiap lirik lagu yang dibawakan Via, mayoritas penonton serentak menyanyi bareng. ”Sayang … opo kowe krungu jerite atiku … ,” begitulah penggalan lirik lagu yang dinyanyikan seluruh penonton.

Tak cukup hanya menikmati lirik lagu, Vianisty, sebutan fans Via Vallen, bahkan ada yang nekat naik panggung untuk berfoto bareng dan meminta tanda tangan penyanyi bernama asli Maulidia Octavia tersebut. ”Terima kasih banyak loh ya, Vianisty Malang terima kasih. Semuanya yang sudah rela menunggu sampai pagi, terima kasih semuanya. Sampai jumpa lagi,” teriaknya.

Lagu Attention dari Charlie Puth menjadi penutup acara Malang Jazz Festival kali ini. Sebelumnya, beberapa lagu yang dinyanyikan Via Vallen, yakni Meraih Bintang, Titip Rindu buat Ayah (Ebiet G. Ade), Lali Rasane Tresno, Sayang, dan Bojo Galak membuat semarak event yang digelar J-Entertainment dan didukung Jawa Pos Radar Malang tersebut.

Sementara itu, sebelum penampilan Via Vallen, ada satu aksi panggung yang sempat bikin penonton takjub. Djaduk Ferianto dan KUA Etnika menyuguhkan musik jazz dibalut aksi teatrikal panggung yang penuh kejutan. Tampilan Djaduk dibuka dengan satu lagu keroncong yang dinyanyikan ala jazz.

Keroncong Kasih, lagu andalan Hetty Koes Endang dibawakan dengan apik oleh Endah Laras, penyanyi muda jazz, di atas panggung Urban Jazzy Malang Jazz Festival (MJF). Di depan Wali Kota Malang Sutiaji dan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Djaduk menyuguhkan beberapa musik berbeda genre, tetapi dengan nuansa jazz.

Gimana? Enak kan keroncong rasa jazz?”  tanya Endah saat menyapa penonton. Suara khas keroncong Endah Laras mewarnai duet maut dirinya dan Djaduk dengan apik. Kolaborasi jazz, keroncong, dan alunan musik tradisional bisa jadi suguhan berkelas bagi ratusan penonton.

Dasar si Djaduk ini seniman kreatif, ada-ada saja ulahnya yang bisa membuat penonton makin teriak tak karuan. Tiba-tiba saja, di pertengahan acara, muncul musisi jazz senior Idang Rasjidi. Idang yang sebelumnya tampil di stage Buss Jazz Festival ikut berduet dengan Endah Laras menyanyikan lagu berjudul Srengenge atau matahari. Idang tentu kebagian memainkan piano.

Selama penampilan sekitar tiga menit ini, alunan saxophone, piano Idang, hingga beberapa alat musik KUA Etnika menghentak panggung jazz yang malam itu sudah mendekati dini hari. ”Nyanyi diiringi KUA Etnika, dipianokan Idang Rasjidi. Wuiihh, mantap,” puji Endah Laras.

Srengenge ini judul lagu dari Endah Laras. Karena Endah laras jatuh cinta dengan Srengenge, maka dia sekarang melar,” sindir Djaduk disambut gelak tawa penonton, menyentil Endah yang mengeluh badannya melar.

Total, ada tiga lagu yang dibawakan Djaduk Ferianto, KUA Etnika feat Endah Laras. Tak hanya itu, di kesempatan kali ini, Djaduk Ferianto meminta seluruh penonton berdiri sejenak untuk mendoakan korban gempa Palu. ”Saya berharap yang datang ke sini berdiri semua. Mari kita doakan teman-teman korban gempa di Palu sesuai dengan agama masing-masing. Semoga segera terselesaikan masalah teman-teman kita yang ada di Palu,” paparnya.

Pewarta: Sandra Desi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Rubianto