MJF 2018 pun Peduli Palu – Radar Malang Online

SEMENTARA itu, gempa bumi dahsyat di Donggala dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, membawa warga Kota Malang juga larut dalam nuansa duka. Tidak terkecuali acara promo Malang Jazz Festival (MJF) 2018. Konser musik jazz bertema Urban Jazzy yang akan digelar pada 7 Oktober di Harris Hotel & Convention ini menggelar acara charity di arena Car Free Day Jalan Ijen kemarin. Dengan menggandeng lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), mereka selama 3,5 jam di CFD berhasil menggalang dana sebesar Rp 5.707.300.

Promotor MJF 2018 Rahmad Santoso menyatakan, bencana alam yang bertubi-tubi menimpa tanah air ini membawa keprihatinan para musisi Malang. ”Kami berkarya dan kami juga bersimpati atas kondisi negeri ini yang sedang berduka,” kata owner Jade Indopratama ini. Selain di arena CFD, charity juga dilakukan di JIP Café dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1.235.000. Aksi serupa juga akan dilakukan saat acara pelaksanaan, yakni dengan mengerahkan 20–25 aktivis kemanusiaan untuk menghimpun dana bersama untuk disalurkan ke korban bencana.

Selain memberi sentuhan sosial, MJF 2018 juga memberikan transfer keilmuan kepada para musisi lokal di Malang. Akan hadir musisi jazz kondang yang sudah menasional, Idang Rasidi, yang memberikan coaching clinic kepada musisi lokal sehari sebelum perhelatan dilaksanakan, 6 Oktober 2018 mulai pukul 19.00 di Hotel Harris & Convention. ”Kami ingin memberikan sentuhan lain di MJF kali ini, lebih dari sekadar hiburan, yakni ada charity dan juga menambah wawasan bagi musisi lokal tentang musik jazz,” imbuhnya. Rachmad menambahkan,  upaya MJF 2018 ini menuai respons positif dari para pencinta dan pemerhati musik di Malang Raya dengan mengusulkan untuk membuat tagar (#) kolaboratif  baru antara event MJF dan para pencinta serta pemerhati musik di Malang Raya, yakni #BOLO_MJF.

Sebagaimana diberitakan, konsep urban di acara MJF 2018 cukup unik, bahkan panggungnya dibuat tanpa pagar. Makanya penonton dan penampil tak ada batas di acara ini. Kedekatan antara penonton dan para penampil inilah yang dimaksud dengan konsep urban. Nantinya, akan ada tiga panggung di MJF 2018. Selain panggung utama, ada dua stage tambahan yang salah satunya diperuntukkan bagi komunitas musik di Malang. Nah, konsep urban lain yang dihadirkan di MJF adalah urban food. Yakni makanan khas jalanan yang disukai kaum urban. Misalnya kebab, burger, atau chicken wings. Kehadiran urban food ini dijamin bisa memanjakan perut para milenial selama acara MJF berlangsung. Makanya, dia menawarkan beberapa food tenant untuk ikut meramaikan MJF yang bertemakan Urban Jazzy.

Acara akan diramaikan oleh Djaduk Ferianto ”Kua Etnika”, Idang Rasjidi Syndicate, Mocca, Pusakata, hingga Kahitna, serta diramaikan sejumlah musisi jazz lokal dan internasional. Dari musisi lokal, ada Equinox, Saxxommunity, Soundcloud, dan Sal Priadi yang notabene adalah nominator penyanyi solo di Anugerah Musik Indonesia (AMI). Sementara musisi internasional yang turut berpartisipasi, ada yang dari Kuba, Polandia dan Perancis. Bagian menarik dari MJF 2018 adalah guest star Via Vallen. Penyanyi dangdut yang tengah naik daun tersebut dipastikan bisa tampil di MJF 2018.

Meski akan digelar 7 Oktober, namun pemesanan tiket presale telah dibuka. Ada dua jenis tiket yang dikeluarkan penyelenggara. Untuk kelas festival dibanderol dengan harga Rp 125 ribu dan VIP Rp 400 ribu. Sementara bagi mahasiswa ada harga khusus Rp 100 ribu untuk kelas festival. Tiket tersebut bisa dibeli di kantor Radar Malang, Jalan Kawi 11 B, pada jam kerja pukul 08.00–16.00.

Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mardi Sampurno
Foto: MJF